BLANTERORBITv102

    Pesta Sekura Cakak Buah, Kemeriahan Pesta Topeng di Hari Raya

    Selasa, 01 Februari 2022
    Sekura Lampung
    Sekura dan buah

    SudutWisata.com - Pesta Sekura Cakak Buah, merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh masyarzkat Lampung Saibatin khususnya di Kabupaten Lampung Barat. Pesta Sekura cakat buah ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksnakan mulai 1 sampai 7 syawal.

    Sesuai dengan namanya, "Sekura" yang dalam dalam bahasa Lampung adalah topeng penutup wajah. Karena sebagian besar masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini menggunakan topeng. Kegiatan ini hampir sama dengan pentas teater luar ruang dengan pelaku adalah masyarakat, dimana gambaran kegiatan budaya ini adalah identik dengan kemenangan, kebebasan dan kegembiraan sebagai ungkapan jiwa manusia untuk berkreasi dan berexpresi.

    Dalam kegiatan ini biasanya panitia juga menyediakan ruang khusus atau halaman depan rumah tempat panitia berada. Lokasi panitia ini biasanya dipagar keliling sehingga tidak sembarang sekura masuk, mereka masuk harus dengan izin panitia atau mendaftar terlebih dahulu. Ditempat ini para sekura bisa menampilkan kemampuan mereka dalam sejumlah bidang kesenian Lampung mulai dari pencak silat, hadra, muayak, nyambai dan sejumlah kesenian-kesian lainnya.

    Kegiatan ini dinamakan Pesta Sekura Cakak Buah, karena selain menggumpulkan banyak orang baik yang menjadi sekura maupun penonton. Kegiatan ini juga menghadirkan pohon pinang yang diatasnya gantungi beraneka macam hadiah layaknya tradisi panjat pinang pada umumnya. Pohon pinang inilah yang dinamakan masyarakat sebagai buah dan akan dipanjat dipenghujung acara. Memanjat buah pinang ini yang dinamakan cakak buah. Cakak buah sendiri merupakan puncak dari pesta sekura. Karena bila sekura sudah cakak buah maka berakhirlah acara dihari tersebut.

    Sekura Lampung
    Sekura Cakak Buah


    1. Jenis Sekura

    a. Sekura Kamak

    Sekura Lampung
    Sekura Kamak
    "Kamak" dalam bahasa Lampung memiliki arti buruk atau kotor. Topeng atau sekura yang digunakan sekura kamak ini biasanya merupakan topeng dari pahatan kayu atau atau juga dari pelepah pisang dan pinang, tak hanya menggunakan sekura dari pahatan kayu atau lainnya, pemerannya juga menggunakan baju-baju kotor hingga aksesorisnya bisa dari dedaunan sulur hingga tumbuh-tumbuhan lainnya yang ia bawa untuk mengelilingi desa atau yang dikenal masyarakat Lampung pekon tempat pelaksanaan kegiatan ini. Para sekura kamak ini nanti yang akan berperan dalam memanjat "buah" atau pohon pinang diakhir acara

    b. Sekura Betik/Kecah/Helau

    Sekura Lampung
    Sekura Betik
    Kata Betik/Kecah/Helau dalam bahasa Lampung memiliki arti yang sama yaitu bagus atau bersih. Ini melambangkan topeng yang digunakan bersih atau bagus. Karena Sekura Kecah, topeng yang digunakan semuanya berbahan dasar kain panjang atau masyarakat lampung sering menyebutkan "Selendang Miwang" dan dilengkapi kaca mata hitam. Tak hanya topengnya yang berbahan kain, aksesorisnya juga menggunakan bahan kain panjang, aksesoris biasanya digunakan dengan menyilang dibadan pemerannya hingga bergelantungan dipinggang, semakin banyak kain yang digunakan maka akan terlihat indah. Sekura kecah ini biasanya sebagai pendukung atau memeriahkan acara Pesta Sekura Cakak Buah.

    Selain menggunakan penutup wajah, baik sekura betik maupun sekura kamak juga membawa aksesoris berupa senjata tajam seperti pedang, tombak dan lainnya. Hal ini menyimbolkan untuk merayakan kemenangan dengan senjata di tangan.

    Menariknya lagi, dalam perhelatan ini seluruh rumah di pekon yang menyelenggarakan Pesta Sekura Cakak Buah menyiapkan makanan dalam jumlah banyak, karena nanti mereka akan menjamu masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Karena siapa saja yang ikut atau hadir dalam Pesta Sekura Cakak Buah boleh masuk dan makan siang dirumah-rumah warga yang mereka inginkan dengan syarat saat masuk rumah-rumah tersebut Sekura mereka harus dilepas.

    2. Sejarah Sekura 

    Ada beberap pendapat tentang awal mula adanya tradisi Pesta Sekura Cakak Buah ini, ada yang berpendapat bahwa sejarah Sekura sendiri konon awalnya dipakai saat peperangan 4 paksi yang membawa ajaran Islam di tanah Sekala Brak yang menganut paham animisme. Para pengikut 4 maulana tersebut menggunakan topeng saat berperang karena mereka harus melawan kerabat sendiri yang belum memeluk islam.

    Kemudian ada juga yang berpendapat, bahwa sekura merupakan media ritual untuk persembahan dan pemujaan terhadap roh neneknya moyang masyarakat Lampung mulai dari dari masa pra sejarah hinga dewa-dewa pada masa pengaruh Hindu dan Buddha hingga saat masuknya islam tradisi ini digunakan saat perayaan Idul Fitri.